Ketua Umum Astrabi: Silat Betawi Kedepankan Adab dan Norma Agama

CILINCING | Belum lama ini (9/2/2020) diadakan tasyakuran ulang tahun padepokan pancak silat Yuda Pura Buana yang ke-7. Padepokan ini merupakan salah satu bagian dari ASTRABI (sosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia). Disela-sela itu juga dikukuhkan Ketua Astrabi per korwil. Acara yang berlangsung sampai esok ini diisi dengan berbagai atraksi dan turnamen pencak silat antar padepokan

Ketua umum ASTRABI, Anwar Albatawi daalam sambutannya di halaman kecamatan Cilincing ,Jakarta Utara, mengatakan, hampir 45 tahun ia bergerak untuk mengembangkan dan melestarikan pencak silat betawi agar lebih dikenal orang.

“Kami juga beberapa kali mengirim utusan ke Bandung, Jogja, Malang, Madiun bahkan ke Padang untuk memperkenalkan silat betawi di nusantara. Kami sadar bahwa di Malaysia sudah ada yang namanya gempur Betawi. Saya berharap, perguruan sanggar pencak silat betawi atau main pukulan Betawi lebih maju dan berkembang, sehingga dikenal orang, tidak hanya dari sisi gerakan dan bela dirinya,” ujarnya.

Dikatakan Anwar Albatawi, Silat betawi itu mengedepankan  perilaku-perilaku dan Budi pekerti sesuai dengan norma agama. Dahulu para guru silat Betawi punya filosofinya, yakni: salat, salawat dan silat.

Kini Astrabi baru berusia 3 Tahun dan dan terdapat 200 padepokan yang bergabung di dalamnya. Adapun lomba silat antar padepokan diikuti oleh 17 padepokan dengan juri dari IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). [des]